Langsung ke konten utama

Tawakal Puncak Nikmat Tertinggi

Seringkali kita mendengar teori maupun retorika mengenai tawakal dari para penceramah. Sepertinya amat teduh dan mudah di amalkan. Namun ketika kita menghadapi musibah belum tentu semudah itu kita mengamalkan ilmu berserah diri pada Allah tersebut.
Penulis sendiri pernah mengalaminya. Mungkin terlihat sepele namun ketika di hadapi lumayan nyesek juga. Suatu saat tiba-tiba layar hp penulis ngeblank. Wah dua kali saya mengalami. Alamat ganti LCD nih. Disaat uang pas pas an. Dan ada keperluan lain. Saya memutuskan untuk mengganti LCD tersebut karena untuk beli baru pun tidak cukup. 
Karena handphone bagi penulis adalah alat dalam membantu berniaga. Sambil merenung penulis berfikir, sedikit nikmat menggunakan handphone saja di ambil rasanya pusing juga. Fikiran saya melintas belasan tahun kebelakang. Mengingat dulu salah satu teman di pondok adalah korban tsunami aceh. Yang ayah, ibuk, saudara bahkan rumah nya hilang. 
Namun kawan saya tersebut benar benar berusaha berserah dalam hidup. Walaupun tidak mudah, dia mencoba mengikhlaskan atas segala titipan yang di ambil Allah tersebut. Maka berserah diri adalah kunci bagi dia.
Dalam sebuah hadis di sebutkan Jikalau kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari (sarangnya) dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.’ (HR. Imam Ahmad & At-Tirmidzi, dan teks hadits ini dari beliau, Abu ‘Isa berkata: hadits ini hasan shaheh)
Banyak kisah yang mengajarkan kita untuk memetik hikmahnya, sungguh apa yang kita miliki dan cintai hayalah titipan. Termasuk nikmat di diri kita saat ini. 
Maka solusi terbaik adalah bersyukur atas segala nikmat, dan berusaha senatyasa berserah diri. Karena ketika kita yakin atas segala kepunyaan Allah, ikhlas pula ketika harus kembali padaNya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Electric Starter Motor Mati, Tidak Selalu Soal Aki !

sumber gambar: https://www.accumobil.com/2017/01/toko-aki-accu-mutiara-gading-2.html?m=1 Menjelajahi jalanan di negara kita memang memerlukan alat transportasi yang efisien, selain kemacetan yang merajalela, ongkos bbm yang semakin melambung membuat kita harus pintar memilih media transportasi tersebut. Selain menggunakan transportasi umum, sepeda motor adalah pilihan cerdas dalam mengarungi perjalan pengendara menuju tempat tujuan. Selain mudah menyelip, sepada motor juga tidak memakan biaya semalah mobil dalam hal perawatan berkala serta  budget sparepartnya. Namun ada saja kendala yang dihadapi pengendara moda transportasi baik umum maupun pribadi. Jika kita menggunakan kendaraan umum ketepatan waktu, tarif perjalanan serta konsekuensi antrian menjadi tantangan. Namun apabila kita lebih memilih kendaraan pribadi, perawatan, kredit atau biaya pembelian, ongkon bensin itulah yang menjadi tantangannya. Menilik kebutuh pada kendaraan pribadi terkhusus motor, hal inilah y...

Menelaah Buku 30 Hari Bebas Hutang BAB "mengendap"

Rasanya saya begitu menyesal baru mengetahui sosok Arli Kurnia dan bukunya tentang 30 hari bebas hutang di akhir tahun 2019 ini.  Pemahaman saya tentang hutang begitu "terbongkar" setelah baru membaca beberapa Bab dari buku ini. Dan bab kedua yaitu "mengendap" begitu merasuk pada fikiran saya. Mengendap itu bukan perkara mudah, tapi juga bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Mengendap disini lebih bisa di maknai sebagai bentu penerimaan kita pada sesuatu yang menjadi "jatah" kita dengan ikhlas. Mempercayakan semuanya kepada Allah swt, karena sejatinya semua adalah kepemilikanNya yang akan kembali pula padaNya. Banyak hal yang dilalui oleh manusia hanya berdasar hasrat nafsu belaka. Berhutang hanya untuk memenuhi gengsi belaka. Tanpa memiliki perhitungan yang matang atau bahkan menghianati kebutuhan utama kita sebagai manusia. Pada bab tentang mengendap ini pula saya belajar bagaimana ikhlas menerima adalah solusi terbaik atas hi...