Langsung ke konten utama

Apa Itu Ekonomi Islam?

pengertian Ekonomi Islam
Menurut Muhammad Abdul Manan, Ekonomi Islam adalah Sebuah Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial yang mempelajari mengenai masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diangkat dari nilai-nilai islam. Muhammad Abdul Manan mengatakan bahwa Ekonomi Islam merupakan bagian dari suatu tata kehidupan lengkap yang didasarkan pada empat bagian nyata dari pengetahuan, yaitu Alquran, sunnah, ijma dan qiyas.
Ahli lain yaitu Monzer Kahf  juga mendefinisikan tentang Pengertian Ekonomi Islam. Bahwa Ekonomi Islam adalah bagian dari Ilmu Ekonomi yang mempunyai sifat interdisipliner. Dalam arti kajian ekonomi islam ini tidak dapat berdiri sendiri tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu pendukungnya. Bagi yang lintas keilmuan termasuk di dalamnya terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis; seperti matematika, statistik, logika, ushul fiqh.
Dari pemaparan para ahli tersebut dapat dipahamk bahwa ekonomk Islam adalah ilmu yang bersumber atau menggunakan dalil quran dan sunnah. Sehingga pastilah memiliki perbedaan dengan ekonomi konvensional. 

Ekonomi Islam dan Ekonomi syari'ah (sharia)
Di luar sana juga masih banyak yang belum bisa memahami. Pengertian ekonomi islam dan ekonomi syari'ah. Sebenarnya secara umum maksud pengertiannya sama saja. Hanya kaya syari'ah sendiri bermakna hukum atau aturan. Yang merujuk pada hukum Islam. Itu sebabnya pengertian ekonomi Islam dan ekonomi syari'ah tidak jauh berbeda.

Ekonomi Islam dan Perbankan Syari'ah
Dalam perkara lain bahkan ekonomi Islam dan perbankan Islam dianggap dua hal yang sama. Padahal perbankan adalah wujud dari implementasi ajaran dari ilmu ekonomi Islam. Produk-produk nya pun adalah hasil dari perenungan yang bersumber pada dalil agama Islam sepeti murabahah, mudharabah, wadi'ah dan lain sebagainya. 
Maka tak heran dalam keseharain kadang ditemukan titik perbedaan pada perilaku perbankan syari'ah. Beberapa penyebabnya bisa karena si pengelola atau pelaku perbankan syariah belum faham betul mengenai kaidah ekonomi Islam. Sehingga makna dari fiqh yang di rumuskan dalam bentuk produk perbankan bisa menemui perbedaan. Namun secara umum perbankan syari'ah pastinya memiliki semangat untuk senantysa benar-benar mengimplementasikan prinsip dasar dan nilai ekonomi Islam itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Electric Starter Motor Mati, Tidak Selalu Soal Aki !

sumber gambar: https://www.accumobil.com/2017/01/toko-aki-accu-mutiara-gading-2.html?m=1 Menjelajahi jalanan di negara kita memang memerlukan alat transportasi yang efisien, selain kemacetan yang merajalela, ongkos bbm yang semakin melambung membuat kita harus pintar memilih media transportasi tersebut. Selain menggunakan transportasi umum, sepeda motor adalah pilihan cerdas dalam mengarungi perjalan pengendara menuju tempat tujuan. Selain mudah menyelip, sepada motor juga tidak memakan biaya semalah mobil dalam hal perawatan berkala serta  budget sparepartnya. Namun ada saja kendala yang dihadapi pengendara moda transportasi baik umum maupun pribadi. Jika kita menggunakan kendaraan umum ketepatan waktu, tarif perjalanan serta konsekuensi antrian menjadi tantangan. Namun apabila kita lebih memilih kendaraan pribadi, perawatan, kredit atau biaya pembelian, ongkon bensin itulah yang menjadi tantangannya. Menilik kebutuh pada kendaraan pribadi terkhusus motor, hal inilah y...

Menelaah Buku 30 Hari Bebas Hutang BAB "mengendap"

Rasanya saya begitu menyesal baru mengetahui sosok Arli Kurnia dan bukunya tentang 30 hari bebas hutang di akhir tahun 2019 ini.  Pemahaman saya tentang hutang begitu "terbongkar" setelah baru membaca beberapa Bab dari buku ini. Dan bab kedua yaitu "mengendap" begitu merasuk pada fikiran saya. Mengendap itu bukan perkara mudah, tapi juga bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Mengendap disini lebih bisa di maknai sebagai bentu penerimaan kita pada sesuatu yang menjadi "jatah" kita dengan ikhlas. Mempercayakan semuanya kepada Allah swt, karena sejatinya semua adalah kepemilikanNya yang akan kembali pula padaNya. Banyak hal yang dilalui oleh manusia hanya berdasar hasrat nafsu belaka. Berhutang hanya untuk memenuhi gengsi belaka. Tanpa memiliki perhitungan yang matang atau bahkan menghianati kebutuhan utama kita sebagai manusia. Pada bab tentang mengendap ini pula saya belajar bagaimana ikhlas menerima adalah solusi terbaik atas hi...