Langsung ke konten utama

Belajar Mengelola Keuangan Keluarga Dari Mamanya Shinchan

Hampir semua penggemar anime jepang mengenal sosok misae. Iya misae adalah mama nya shinchan dalam film maupun manga serial crayon shinchan. 
Dalam beberapa alur ceritanya, misae selalu terkenal "pelit", ketat dalam mengatur keuangan keluarga, beberapa ciri saking ekonomis nya misae adalah berbelanja barang dengan label diskon, membatasi jatah jajan cocobi (makanan kesukaan shinchan), serta sangat perhitungan dengan uang saku nohara hiroshi (papanya shinchan).

Namun disisi lain. Misae memiliki cara pengelolaan yanv sedikit "curang". Misae selalu memiliki tabungan rahasia yang ia gunakan untuk keperluan membeli kebutuhan pribadinya seperti pakaian, asesoris dan kosmetik. 
Belum lagi kadang misae terlalu banyak membeli barang diskonan yang justru membuat boros keuangan keluarga nohara.
Sebenarnya dari plus minus pengelolaan keuangan misae kita dapat mengambil hikmah bagaimana mengatur keuanga keluarga dengan baik. Pertama membatasi keperluan dengan metode skala primer, sekunder, tersier seperti yang misae lakukan sangatlah efektif. Apalagi dengan kondisi seperti keluarga nohara yang memiliki beban cicilan rumah.
Kedua mendidik anak untuk berhemat menjadikan anak tidak mudah menyianyiakan uang yang dia punya, bahakan dibeberapa segemen misae juga mengajarkan shinchan untuk membantu ia dengan berbelanja sendiri. Disitu ada pendidikan kemandirian dan keberanian.
Ketiga ini lebih pada kekurangan misae, yaitu kurang transparan dalam menabung. Apakah salah memiliki tabungan pribadi? Tentu tidak, tapi tidak mengkomunikasikan pada suami dan sering di pergoki oleh Shinchan justru mendidil peeilaku yang kurang baik.
 Keempat boros ketika kebabalsan membeli barang diskonan. Ini menjadi antitesa dengan semangat awal misae membangun anajemen keuangan keluarga yg efektif dan efisisen. Justru barang diskon yang seharusnya mampu memangkas anggran malah berlipat ketika quantity yang dibeli melebihi kebutuhan. Inilah hal yang perlu diperhatiakan pula bagi kita yang akan mengelola keuangan keluarga.

Nah, itulah beberapa hikmah atau intisari pelajaran yang bisa diambil dari sosok misae. Mamanya shinchan yang terkenal "pelit". Semoga bermanfaat.


Penulis : Majid Himawan SE.,ME

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Electric Starter Motor Mati, Tidak Selalu Soal Aki !

sumber gambar: https://www.accumobil.com/2017/01/toko-aki-accu-mutiara-gading-2.html?m=1 Menjelajahi jalanan di negara kita memang memerlukan alat transportasi yang efisien, selain kemacetan yang merajalela, ongkos bbm yang semakin melambung membuat kita harus pintar memilih media transportasi tersebut. Selain menggunakan transportasi umum, sepeda motor adalah pilihan cerdas dalam mengarungi perjalan pengendara menuju tempat tujuan. Selain mudah menyelip, sepada motor juga tidak memakan biaya semalah mobil dalam hal perawatan berkala serta  budget sparepartnya. Namun ada saja kendala yang dihadapi pengendara moda transportasi baik umum maupun pribadi. Jika kita menggunakan kendaraan umum ketepatan waktu, tarif perjalanan serta konsekuensi antrian menjadi tantangan. Namun apabila kita lebih memilih kendaraan pribadi, perawatan, kredit atau biaya pembelian, ongkon bensin itulah yang menjadi tantangannya. Menilik kebutuh pada kendaraan pribadi terkhusus motor, hal inilah y...

Menelaah Buku 30 Hari Bebas Hutang BAB "mengendap"

Rasanya saya begitu menyesal baru mengetahui sosok Arli Kurnia dan bukunya tentang 30 hari bebas hutang di akhir tahun 2019 ini.  Pemahaman saya tentang hutang begitu "terbongkar" setelah baru membaca beberapa Bab dari buku ini. Dan bab kedua yaitu "mengendap" begitu merasuk pada fikiran saya. Mengendap itu bukan perkara mudah, tapi juga bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Mengendap disini lebih bisa di maknai sebagai bentu penerimaan kita pada sesuatu yang menjadi "jatah" kita dengan ikhlas. Mempercayakan semuanya kepada Allah swt, karena sejatinya semua adalah kepemilikanNya yang akan kembali pula padaNya. Banyak hal yang dilalui oleh manusia hanya berdasar hasrat nafsu belaka. Berhutang hanya untuk memenuhi gengsi belaka. Tanpa memiliki perhitungan yang matang atau bahkan menghianati kebutuhan utama kita sebagai manusia. Pada bab tentang mengendap ini pula saya belajar bagaimana ikhlas menerima adalah solusi terbaik atas hi...